TATA CARA BERDOA

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas

Senin, 29 September 2014

Jenis-Jenis Wacana Berdasarkan bentuk atau jenisnya, wacana dibedakan menjadi wacana narasi, deskripsi, eksposisi, argumentatif, dan persuasi. 1. Narasi Unsur-unsur penting dalam sebuah narasi adalah: (1) kejadian, (2) tokoh, (3) konflik, (4) alur/plot. (5) latar yang terdiri atas latar waktu, tempat, dan suasana. Narasi diuraikan dalam bentuk penceritaan yang ditandai oleh adanya uraian secara kronologis (urutan waktu). Penggunaan kata hubung yang menyatakan waktu atau urutan, seperti lalu, selanjutnya, keesokan harinya, atau setahun kemudian kerap dipergunakan. a.Narasi faktual /ekspositoris: Kejadian yang menggelikan sekaligus menegangkan ini terjadi pada pertengahan bulan Juli 1993, ketika saya baru masuk bekerja di sebuah klinik yang terletak di daerah Lembang, dekat dengan PT Pupuk Sriwijaya (Pusri). Rumah saya berada di daerah Bukit Besar sehingga membutuhkan waktu lebih kurang 45 menit untuk pergi dari rumah ataupun pulang dari dinas. b.Narasi imajinatif Namaku Edelwiss alias Anaphalis javanica. Biasanya aku tumbuh di dataran tinggi atau puncak-puncak gunung. Oleh kalangan Botani, aku sering disebut tanaman sejenis perdu, dan termasuk anggota family Compositae atau disebut juga Asteraceae (sambung-sambungan). 2.Deskripsi a.Deskripsi Imajinatif/Impresionistis ialah deskripsi yang menggambarkan objek benda sesuai kesan/imajinasi si penulis. Contoh deskripsi Impresionistis dalam sebuah cerita: 1.Jam dinding kamar menunjukkan pukul sepuluh lewat sembilan belas menit. Di luar hujan masih saja turun dengan derasnya. Angin yang menerobos masuk melalui kisi-kisi terasa dingin menusuk kulit. Piama yang melekat di tubuhku tidak banyak membantu menahan dingin sehingga agar lebih hangat kepakai lagi jaket tebal. Agak menolong, memang. 2. Tiba-tiba kantuk hebat datang menyerang. Belum lagi selesai kalimat yang sedang kubaca, buku yang kupegang terlepas dari tangan. 3. Aku tidak lagi berada di kamarku, tetapi di suatu ruangan bersama-sama dengan sekelompok orang yang sama sekali belum pernah kulihat sebelumnya. Bau asap tembakau memenuhi ruangan itu, tapi tak seorang pun yang kelihatan peduli. 4.Kami semua duduk di kursi yang diatur membentuk sebuah lingkaran, mirip dengan ruangan diskusi. Semua tampak duduk tenang, semua kelihatan sedang menulis, dan tidak seorang pun yang kelihatan peduli pada orang lain di ruangan itu. 5.Tidak ada yang ganjil terlihat. Malah terasa suasana persis seperti di ruang kuliah. Di sebelah kananku ada sebuah pintu, di dekatnya beberapa jendela kaca. Ada dua baris jendela kaca, masing-masing terdiri atas empat jendela, yang menyebabkan ruangan ini cukup terang. Di atas ruangan, tergantung di langitlangit, ada empat pasang lampu neon 40 watt. 6.Dinding sebelah kiri kosong, tidak ada apa-apa di sana. Warna hijau muda dinding itu sudah perlu dilebur kembali, di sana-sini kelihatan coret-coretan tangan-tangan jahil. b.Deskripsi faktual/ekspositoris ialah deskripsi yang menggambarkan objek berdasarkan urutan logika atau fakta-fakta yang dilihat.